Menerjemahkan Tren Warna dan Busana 2017

Busana, dalam waktu tertentu mempunyai tren tersendiri. Dari warna, bentuk, hingga ornamen yang menghiasi busana berpadu dalam perkembangan kegemaran masyarakat. Di waktu tertentu itu pula busana yang menjadi tren diburu, dan permintaan produksi pun melonjak.

Begitu pula yang terjadi di busana yang dikenakan pengantin modern. Tren mempengaruhi para calon pengantin dalam menginginkan busana yang hendak dikenakan dalam momen spesial pesta pernikahan. Menghadapi hasrat masyarakat yang selalu ikut dalam jalur tren, tetapi tetap menjadi spesial di antara lainnya, para perancang busana melakukan olah kreatif dalam membuat busana pengantin. Mereka menyusun karya dengan ideal-ideal tertentu, sesuai ciri khas masing-masing.

Lima anggota Ikatan Pengusaha Jasa dan Perlengkapan Pesta (Ikapesta), yakni Caroline Bridal, Anneke Yunika Bridal, Anton Couture Bridal & Make Up, Ave Bridal & Salon, dan Bellezza Bridal & Gown mempunyai gambaran sendiri tentang tren busana pengantin 2017, termasuk dipadukan dengan tren tata rias saat ini.

Caroline Bridal
Caroline Bridal

Caroline Bridal yang bertempat di Jalan Gajah Timur gang IV nomor 9A, Gayamsari, menggambarkan tren tahun ini adalah busana pengantin yang sederhana dan tidak banyak detail. Warna lebih kuat di putih atau perpaduan warna cokelat muda, cokelat tua, dan putih. ”Busana yang sederhana dan praktis. Saya lebih sering menggunakan potongan simetris dan sentuhan brokat di bagian atas,” kata Caroline Sandjojo, pemilik Caroline Bridal. Wanita yang mempunyai bakat dalam menggambar sketsa wajah tersebut menuturkan, kariernya diawali dengan membuka salon pada 2002. Istri dari Adi Surya Sandjojo ini mulai fokus di bridal pada 2009. Ditanya tentang tata rias, Caroline menuturkan bahwa riasan yang sedang banyak diminati ialah warna lembut. Saya lebih banyak membuat tekstur mata menjadi lebih terlihat. Menyempurnakan kekurangan dari orang dengan make up, seperti memperbesar rona mata, menutup jerawat, menutupi wajah yang gemuk. Saya dibantu dua sampai tiga asisten,” bebernya.

 

Aneke Yunika Bridal
Karya Busana Aneke Yunika Bridal

Aneke Yunika Bridal memandang trend busana pengantin 2017 lebih menonjolkan warna krem dengan sentuhan taburan warna swarovski, untuk memberikan kesan anggun dan mengkilap. Pihaknya memilih warna krem lantaran saat ini masyarakat sedang mencari hal baru yang rata-rata busana pengantin banyak menggunakan warna putih. ”Saya dalam membuat busana lebih ke rustic. Potongannya rata-rata A-line dengan bahan brokat daun-daun. Detailnya mengunakan payet, bunga tiga dimensi dan taburan swarovski,” ucap Pemilik Aneke Yunika Bridal, Aneke Yunika. Aneke memulai berkarya pada Juli 2015, diawali dengan produksi busana siap pakai atau ready to wear. Pada Desember 2015, Aneke mengembangkan diri dengan produksi baju pesta dan pengantin yang menempati Jalan Taman Maluku 24-27 Semarang.

 

Glamour dan Seksi

Bellezza Bridal & Gown
Karya Busana Bellezza Bridal & Gown

Bellezza Bridal & Gown yang berada di Jalan Diponegoro 29 Semarang membawa konsep glamour dan seksi. Glamour merupakan sentuhan yang membuat busana terlihat indah dan bersinar. Sementara seksi menggambarkan bentuk dada yang ditonjolkan dengan kain tile transparan sebagai penutupnya, serta belahan kain untuk memperlihatkan jenjang kaki. ”Bukan sekadar mengenakan gaun terbuka, yang memakainya mendapatkan kesan glamour dan seksi. Warna yang kami gunakan perpaduan warna elektrik, biru, dan perak,” jelas perwakilan Bellezza Bridal & Gown, Nadya Sriningrum.

 

 

Vogue by Ave Sanjaya
Rancangan “Vogue” karya Ave Sanjaya

Dunia kecantikan Asia Tenggara tidak boleh mengabaikan Ave Sanjaya. Selain menjadi kebanggaan Kota Semarang, peran lain Ave adalah menjadi ikon salon, bridal, sekaligus fashion show kota ini. Ave memiliki usaha salon yaitu Ave Salon di Jalan Erlangga dan Mal Citraland, serta Ave Bridal di Jalan Kasipah 2A, Candisari. Di Kasipah, Ave bekerja sama dengan Novita, anaknya. Novita sudah memiliki merek sendiri, Cinovi. ”Kelas baju pesta dan gaun pengantin Novi lebih tinggi dari busana yang saya buat. Harga produk Novi juga lebih tinggi. Saya bahagia. Anak saya bisa melampaui kepiawaian yang saya miliki,” kata Ave. Dalam jagat tata rias dan busana, kiprah Ave telah menggema hingga mancanegara. Ave dan tim telah lama menjadi langganan juara berbagai kompetisi internasional dalam bidang ini, terutama tata rambut dan rias. Namun, sejak 1993, pria kelahiran Surabaya 62 tahun silam itu tak lagi turun gunung untuk lomba. ”Saya tetap fokus, total, dan peduli pada tata rambut serta kecantikan. Akan tetapi saya tak mau mengikuti lomba lagi. Biarlah kemenangan itu untuk tim,” katanya.

 

Koleksi Anton Couture Bridal & Make Up
Koleksi Anton Couture Bridal & Make Up

Pemilik Anton Couture Bridal & Make Up, Antonius Setiawan mengatakan, pekerjaannya banyak terbantu setelah menjadi anggota Ikapesta. Organisasi ini, menurut dia, juga secara otomatis menambah iklim kreatif di Kota Semarang. ”Sangat terbantu setelah jadi anggota Ikapesta. Banyak menambah pengalaman saya dan pelanggan pun banyak yang datang setelah saya jadi bagian dari organisasi ini,” kata Anton. Ia memiliki workshop di Jalan DI Panjaitan 37 Semarang. Selain membuka jasa bridal dan make up, selama lebih kurang 15 tahun di Semarang, Anton membuka jasa les privat make up, baik untuk mereka yang ingin belajar sendiri maupun untuk kebutuhan pengantin. Sebelumnya, sekitar 20 tahun lalu ia menekuni bisnis ini di Surabaya. ”Tidak melulu gaun pengantin, tetapi juga pesta dan ulang tahun,” kata dia. Untuk gaun pengantin, Anton dikenal memiliki desain yang tidak ramai. Rancangan gaunnya simpel, glamour namun mewah. Ia berprinsip rancangannya bisa menyasar semua pengguna dari berbagai kalangan. Sedangkan untuk rias, ia tak ingin mengubah karakter seseorang. ”Yang penting manglingi. Karena misalnya untuk pernikahan, seorang perempuan harus benar-benar jadi ratu sehari,” katanya. (Aristya Kusuma Verdana, Dhoni Zustiyantoro-25)

Subscribe to Our Newsletter

instagram : @ikapesta
sekretariat@ikapesta.com